Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi
KataTribun.ID
Telusuri
KataTribun.ID
Beranda Fakta Terbaru: Widia Nopitasari Ungkap Jalan Berliku Cari Keadilan di Polda Banten, Diintimidasi & Ditekan Sesama Anggota Fakta Terbaru: Widia Nopitasari Ungkap Jalan Berliku Cari Keadilan di Polda Banten, Diintimidasi & Ditekan Sesama Anggota

Fakta Terbaru: Widia Nopitasari Ungkap Jalan Berliku Cari Keadilan di Polda Banten, Diintimidasi & Ditekan Sesama Anggota

KataTribun.ID
KataTribun.ID
02 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp




BANTEN (GMOCT) – Semakin terbuka fakta kelam di balik perjuangan Widia Nopitasari, istri anggota Polri yang kini berjuang mati-matian mencari keadilan setelah dilindas kekuasaan oknum di lingkungan Polda Banten dan Polres Pandeglang. Melalui komunikasi eksklusif dengan Tim Liputan Khusus GMOCT pada Selasa, 2 Juni 2026, Widia membongkar kronologi mengejutkan: janji pertemuan dengan pejabat tinggi Paminal tiba-tiba dibatalkan sepihak, disusul ancaman terang-terangan lewat surat tuduhan yang dikirimkan pihak tak dikenal—jelas bentuk teror agar ia diam dan mundur.
 
Janji Bertemu Dibatalkan, Seolah Bermain-main dengan Nasib Korban
 
Menurut penuturan rinci Widia lewat pesan WhatsApp, pagi itu sekitar pukul 09.00 WIB, Kanit Provos Polsek Cimanuk menerima telepon dari Kasipropam Polres Pandeglang. Ia diinstruksikan agar Widia dan suaminya harus segera bertemu Kasubdit Paminal Polda Banten beserta satu anggota jajarannya di wilayah Polres Pandeglang.
 
Namun, suami Widia—yang juga anggota Polri—tidak bisa langsung hadir karena sedang menjalani tugas resmi: mengikuti rapat zoom bhabinkamtibmas dan seleksi CASIS Polri hingga siang hari.
 
Setelah urusan tugas selesai, Kanit Provos kembali menghubungi Widia menanyakan lokasi pertemuan. Dengan tegas dan berhati-hati, Widia menjawab: "Saya maunya di luar saja Bang, saya tidak mau diintimidasi kalau bertemu di kantor."
 
Lokasi pun disepakati: Juice Cikupa, depan MUI Ciekek Pandeglang. Di tengah perjalanan, rombongan diminta pindah ke tempat lain, lalu kembali melanjutkan perjalanan. Namun, dua menit kemudian datang kabar mengecewakan: pertemuan DIBATALKAN secara sepihak.
 
"Kanit Provos ditelepon lagi, katanya mereka membatalkan pertemuan. Kasipropam bilang nanti akan dijadwalkan ulang lagi," ungkap Widia dengan nada kecewa. Baginya, ini bukan sekadar perubahan jadwal, melainkan bukti jelas bahwa pihak yang dilaporkan seolah tidak serius, bahkan berusaha mengulur waktu dan mematikan langkah keadilan.
 
Ingat, Widia sudah melaporkan oknum Paminal Polda Banten dan oknum Polres Pandeglang ke Propam bahkan Itwasda, namun hingga kini kasus tak kunjung tembus ke meja hijau.
 
Dikirim Surat Tuduhan: "Penggelapan & Pengalihan Unit", Bentuk Teror Nyata
 
Tak cukup hanya dibatalkan pertemuannya, tekanan makin menjadi-jadi. Widia mengaku mendapat pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal, mengirimkan berkas PDF berisi surat pemberitahuan yang isinya: pihak pengirim akan melaporkan Widia dan suami atas dugaan penggelapan serta pengalihan unit kendaraan.
 
"Saya sangat paham maksudnya. Ini murni bentuk intervensi, menakut-nakuti saya supaya berhenti berjuang. Tuduhan itu tidak benar, tapi dikirimkan sengaja supaya saya takut dan mundur," tegas Widia.
 
Ia yakin pengirimnya adalah orang dalam, pihak yang merasa terancam karena perbuatannya terbongkar, dan ingin membalas dengan cara kotor.
 
"Semakin Ditekan, Semakin Saya Bersuara" – Doa Untuk Kapolri & Jenderal
 
Widia menegaskan, tekanan, intimidasi, ancaman laporan balik, hingga pembatalan pertemuan tidak akan membuatnya menyerah. Justru sebaliknya: semakin ditekan, semakin keras suaranya.
 
"Semakin saya ditakut-takuti, diintervensi, diintimidasi—semakin saya buka suara. Saya ingin kebenaran terungkap dan keadilan terwujud. Saya berharap Bapak Kapolri dan seluruh Jenderal pimpinan Polri bisa segera tahu apa yang saya alami. Saya korban, dan saya minta perlindungan hukum, bukan sebaliknya saya yang ditindas sesama institusi," ucapnya bergetar.
 

GMOCT akan terus mengawal perjuangan Widia Nopitasari sampai tuntas, dan meminta pimpinan tertinggi Polri segera turun tangan, bersihkan oknum, dan pastikan tidak ada lagi warga negara—apalagi keluarga anggota sendiri—yang dianiaya di bawah payung hukum.

#noviralnojystice
#kapolri
#polripresisi
#poldabanten
#gmoct
 
(TIM LIPUTAN KHUSUS / DIVISI INVESTIGASI GMOCT)

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Editor:




Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Warga Desa Bandung Tolak Keberadaan Perusahaan OS di PT MCDelica Food Indonesia, Pribumi Menjerit Hanya Jadi Pekerja Borongan

KataTribun.ID- Selasa, Oktober 20, 2026 0
Warga Desa Bandung Tolak Keberadaan Perusahaan OS di PT MCDelica Food Indonesia, Pribumi Menjerit Hanya Jadi Pekerja Borongan
SERANG, BANTEN (GMOCT) — Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) menerima informasi terkait gelombang protes warga Kampung Bandung dari media online Be…

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Berita Terpopuler

Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Rest Area  KM.43 Balaraja Disorot: Negara Rugi, Rakyat Menjerit

Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Rest Area KM.43 Balaraja Disorot: Negara Rugi, Rakyat Menjerit

Minggu, Oktober 18, 2026
SK IZIN MENCALONKAN DIRI BUKAN JAMINAN BEBAS TEMUAN, DANA DESA DAN BUMDES LONING TETAP PERLU DIPERIKSA

SK IZIN MENCALONKAN DIRI BUKAN JAMINAN BEBAS TEMUAN, DANA DESA DAN BUMDES LONING TETAP PERLU DIPERIKSA

Minggu, Oktober 18, 2026
LPK-RI Desak Bea Cukai Usut Tuntas 1,84 Juta Batang Rokok Tanpa Pita Cukai, Jangan Berhenti pada Sopir

LPK-RI Desak Bea Cukai Usut Tuntas 1,84 Juta Batang Rokok Tanpa Pita Cukai, Jangan Berhenti pada Sopir

Senin, Oktober 19, 2026
Oknum Polisi Gadungan Bernama Aldi Nanya Surtat Tugas, Kapolrestabes Bandung Segera Bertindak

Oknum Polisi Gadungan Bernama Aldi Nanya Surtat Tugas, Kapolrestabes Bandung Segera Bertindak

Jumat, Oktober 16, 2026
TEREKAM VIDEO! LIMBAH KOTORAN SAPI DIBUANG KE KALI TENGAH MALAM, SOPIR SEBUT “BOS DANI” — APH-DLH PEKALONGAN DIMINTA BUKA TERANG

TEREKAM VIDEO! LIMBAH KOTORAN SAPI DIBUANG KE KALI TENGAH MALAM, SOPIR SEBUT “BOS DANI” — APH-DLH PEKALONGAN DIMINTA BUKA TERANG

Kamis, Oktober 15, 2026
Dana Desa dan BUMDes Loning Disorot, Publik Minta Pengelolaan Anggaran Dibuka Terang

Dana Desa dan BUMDes Loning Disorot, Publik Minta Pengelolaan Anggaran Dibuka Terang

Rabu, Oktober 14, 2026
DUGAAN PENAHANAN DUA RESIDEN DI YAYASAN TRI HITA PRABA BANDUNG DIPERTANYAKAN, ALASAN KONSUMSI TRAMADOL PERLU DIKLARIFIKASI

DUGAAN PENAHANAN DUA RESIDEN DI YAYASAN TRI HITA PRABA BANDUNG DIPERTANYAKAN, ALASAN KONSUMSI TRAMADOL PERLU DIKLARIFIKASI

Kamis, Oktober 15, 2026
BUMDES Loning Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Jejak Pengawasan DPMD dan Inspektorat Pemalang

BUMDES Loning Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Jejak Pengawasan DPMD dan Inspektorat Pemalang

Kamis, Oktober 15, 2026
Diduga Tak Transparan Kelola Rp1,3 Miliar, Warga Desak Inspektorat Audit Investigatif Pemdes Loning

Diduga Tak Transparan Kelola Rp1,3 Miliar, Warga Desak Inspektorat Audit Investigatif Pemdes Loning

Kamis, Oktober 15, 2026

Berita Terpopuler

Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Rest Area  KM.43 Balaraja Disorot: Negara Rugi, Rakyat Menjerit

Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Rest Area KM.43 Balaraja Disorot: Negara Rugi, Rakyat Menjerit

Minggu, Oktober 18, 2026
SK IZIN MENCALONKAN DIRI BUKAN JAMINAN BEBAS TEMUAN, DANA DESA DAN BUMDES LONING TETAP PERLU DIPERIKSA

SK IZIN MENCALONKAN DIRI BUKAN JAMINAN BEBAS TEMUAN, DANA DESA DAN BUMDES LONING TETAP PERLU DIPERIKSA

Minggu, Oktober 18, 2026
LPK-RI Desak Bea Cukai Usut Tuntas 1,84 Juta Batang Rokok Tanpa Pita Cukai, Jangan Berhenti pada Sopir

LPK-RI Desak Bea Cukai Usut Tuntas 1,84 Juta Batang Rokok Tanpa Pita Cukai, Jangan Berhenti pada Sopir

Senin, Oktober 19, 2026
Oknum Polisi Gadungan Bernama Aldi Nanya Surtat Tugas, Kapolrestabes Bandung Segera Bertindak

Oknum Polisi Gadungan Bernama Aldi Nanya Surtat Tugas, Kapolrestabes Bandung Segera Bertindak

Jumat, Oktober 16, 2026
TEREKAM VIDEO! LIMBAH KOTORAN SAPI DIBUANG KE KALI TENGAH MALAM, SOPIR SEBUT “BOS DANI” — APH-DLH PEKALONGAN DIMINTA BUKA TERANG

TEREKAM VIDEO! LIMBAH KOTORAN SAPI DIBUANG KE KALI TENGAH MALAM, SOPIR SEBUT “BOS DANI” — APH-DLH PEKALONGAN DIMINTA BUKA TERANG

Kamis, Oktober 15, 2026
Dana Desa dan BUMDes Loning Disorot, Publik Minta Pengelolaan Anggaran Dibuka Terang

Dana Desa dan BUMDes Loning Disorot, Publik Minta Pengelolaan Anggaran Dibuka Terang

Rabu, Oktober 14, 2026
DUGAAN PENAHANAN DUA RESIDEN DI YAYASAN TRI HITA PRABA BANDUNG DIPERTANYAKAN, ALASAN KONSUMSI TRAMADOL PERLU DIKLARIFIKASI

DUGAAN PENAHANAN DUA RESIDEN DI YAYASAN TRI HITA PRABA BANDUNG DIPERTANYAKAN, ALASAN KONSUMSI TRAMADOL PERLU DIKLARIFIKASI

Kamis, Oktober 15, 2026
BUMDES Loning Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Jejak Pengawasan DPMD dan Inspektorat Pemalang

BUMDES Loning Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Jejak Pengawasan DPMD dan Inspektorat Pemalang

Kamis, Oktober 15, 2026
Diduga Tak Transparan Kelola Rp1,3 Miliar, Warga Desak Inspektorat Audit Investigatif Pemdes Loning

Diduga Tak Transparan Kelola Rp1,3 Miliar, Warga Desak Inspektorat Audit Investigatif Pemdes Loning

Kamis, Oktober 15, 2026
KataTribun.ID

About Us

katatribun.id merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: katatribun58@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2024 | KataTribun.ID
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber