HMI Cabang Serang Soroti Arah Kebijakan Pendidikan Banten, Desak Reformasi Pendidikan Berbasis Kebutuhan Daerah
KataTribun.id-Serang, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Banten guna menyampaikan kajian serta rekomendasi kebijakan terkait persoalan pendidikan di Provinsi Banten. Audiensi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kesbangpol, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Dalam forum tersebut, HMI Cabang Serang menyoroti berbagai persoalan mendasar pendidikan di Banten, khususnya tingginya angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai menunjukkan belum sinkronnya arah pendidikan dengan kebutuhan dan potensi wilayah di Provinsi Banten.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Cabang Serang, Anang M Faisal, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten perlu melakukan reformasi kebijakan pendidikan yang berbasis pada karakteristik dan kebutuhan daerah agar lulusan pendidikan memiliki daya saing serta relevansi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Penyumbang angka pengangguran terbesar hari ini berasal dari lulusan SMK. Artinya, ada persoalan serius dalam arah kebijakan pendidikan kita. Pemerintah Provinsi Banten harus mulai memikirkan penyesuaian jurusan maupun pembangunan sekolah yang relevan dengan potensi wilayah masing-masing daerah,” ujar Anang.
Ia mencontohkan, wilayah Lebak seharusnya diperkuat melalui pendidikan berbasis agraria dan pertanian, sementara Pandeglang perlu diarahkan pada sektor maritim dan pariwisata. Menurutnya, pendekatan pendidikan berbasis potensi daerah penting dilakukan agar lulusan tidak terlepas dari kebutuhan riil wilayahnya sendiri.
Selain itu, HMI Cabang Serang juga menyoroti kebijakan beasiswa daerah yang dinilai perlu diperluas dan diperkuat. Program “Satu Desa Satu Sarjana” disebut perlu dievaluasi agar benar-benar tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
"Pemerintah tidak cukup hanya berhenti pada program beasiswa S1. Harus ada keberanian untuk memikirkan skema beasiswa S2 dan S3 agar Banten mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dan kompetitif seperti provinsi-provinsi lain,” lanjutnya.
Dalam audiensi tersebut, HMI Cabang Serang turut mengkritisi arah penempatan anggaran pemerintah yang dinilai masih banyak dihabiskan pada program-program yang bersifat seremonial dan publikasi, sementara sektor pendidikan belum mendapatkan perhatian maksimal.
"Anggaran daerah seharusnya lebih difokuskan pada hal-hal fundamental seperti pendidikan. Jangan sampai APBD dihamburkan untuk kepentingan yang minim dampak terhadap masyarakat, sementara persoalan dasar pendidikan masih banyak yang belum terselesaikan,” tegas Anang.
Selain sejumlah rekomendasi tersebut, HMI Cabang Serang juga menyerahkan policy brief berisi berbagai catatan strategis dan rekomendasi kebijakan pendidikan lainnya sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan Pemerintah Provinsi Banten dalam menyusun arah pembangunan pendidikan ke depan.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya HMI Cabang Serang dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan intelektual terhadap kebijakan publik, khususnya di sektor pendidikan yang dinilai menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Banten.
Red/Yugo

Posting Komentar