Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi
KataTribun.ID
Telusuri
KataTribun.ID
Beranda Oknum Dishub Langsa Arogan & Kasar, Dahi Sopir Truk Terbelah Hingga Dijahit: Korban Terpaksa Memaafkan Ditekan Masalah SIM Anak & Kendaraan Oknum Dishub Langsa Arogan & Kasar, Dahi Sopir Truk Terbelah Hingga Dijahit: Korban Terpaksa Memaafkan Ditekan Masalah SIM Anak & Kendaraan

Oknum Dishub Langsa Arogan & Kasar, Dahi Sopir Truk Terbelah Hingga Dijahit: Korban Terpaksa Memaafkan Ditekan Masalah SIM Anak & Kendaraan

KataTribun.ID
KataTribun.ID
31 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



LANGSA, ACEH (GMOCT) 27 Mei 2026 – Kronologi menyakitkan dialami Yaya Sunarya (48), sopir truk ekspedisi milik TRILOGG Cargo & Logistic bernomor polisi B 9738 TXX asal Majalengka, Jawa Barat. Saat melintas di Kota Langsa, Aceh, dalam perjalanan Jakarta menuju Lhokseumawe 24 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, ia harus mengalami perlakuan kasar, kata-kata tidak manusiawi, hingga harus mendapat dua jahitan di dahi akibat benturan yang terjadi setelah didorong oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Lebih miris lagi, Yaya terpaksa memaafkan dan tidak menuntut ganti rugi karena ditekan dengan ancaman penahanan kendaraan dan masalah administrasi SIM anaknya yang saat itu menyetir.

 

Berdasarkan keterangan lengkap Yaya Sunarya yang diterima GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) melalui Kaperwil Sumatera Utara Penajournalis.com, Adi Tonang (Gopal), kejadian bermula Minggu malam, 24 Mei 2026 sekitar pukul 20.25 WIB. Saat hendak masuk wilayah Langsa, posisi kemudi diambil alih oleh anak kandung Yaya. Karena di pos pengamatan Dishub sepi, Yaya meminta anaknya tetap melaju mengikuti arahan Google Maps.

 

Namun, tiba-tiba ada petugas naik motor memberi isyarat berbelok, padahal peta tidak mengarahkan ke sana. Yaya menyuruh anaknya terus jalan. Situasi memanas saat petugas lain mendekat ke sisi sopir dan melontarkan kata-kata sangat kasar: "Hei, Berhenti Kau Babi!".

 

Mendengar anaknya dihina, Yaya menegur: "Yang sopan pak kalau bicara." Alih-alih minta maaf, petugas justru memotong jalan dan berhenti mendadak di depan truk. Beruntung Yaya sigap menyuruh anaknya mengerem dan tarik rem tangan hingga kendaraan berhenti aman.

 

Yaya pun turun untuk memprotes, terjadilah adu mulut dan saling dorong. Sang anak sempat turun membawa kunci roda, namun dilarang keras oleh ayahnya agar tidak bertindak anarkis. Saat dorong-mendorong berlangsung, Yaya terpental dan kepalanya membentur tiang bangunan tempat usaha laundry. Pemilik usaha sampai berteriak minta petugas berhenti karena melihat darah mengucur deras dari dahi Yaya.

 

"Anak saya rekam dan teriak 'Lapor Bos, Bapak saya berdarah kena pukul petugas Dishub'. Warga sekitar sampai berteriak marah karena petugas mencoba kabur," kenang Yaya.

 

Korban langsung dibawa ke RS Cut Nyak Dhien, di mana luka di dahinya harus dijahit dua titik. Saat berobat, Yaya justru dikunjungi rombongan Dishub, yang di dalamnya ada Kabid Lalu Lintas, Danru, hingga oknum yang berbuat kasar.

 

Di luar dugaan, saat perundingan usai berobat, pihak Dishub tidak meminta maaf atau menawarkan bantuan biaya pengobatan yang semuanya dibayar tunai oleh Yaya sendiri (tercantum bukti pembayaran Rp250.000 untuk pengobatan dan obat-obatan). Justru muncul tekanan: "Silakan lapor polisi, tapi anak Bapak dan unitnya kami tahan. SIM-nya masih 'A Polos' dan dianggap tidak patuh petugas serta masuk jalur terlarang."

 

Merasa terpojok demi keselamatan anak dan pekerjaannya, Yaya terpaksa mengikhlaskan kejadian itu tanpa ada surat pernyataan damai atau ganti rugi sepeser pun. Bahkan hingga saat melanjutkan perjalanan ke Medan, Yaya mengaku masih demam dan pusing akibat benturan tersebut.

 

Versi Bantahan & Pengakuan Aneh Oknum

 

Saat Sekretaris Umum DPP Pusat GMOCT, Asep NS, mengonfirmasi oknum petugas bernama Auzan (dalam laporan), petugas tersebut membantah memukul dan beralibi luka di dahi terkena kunci roda yang terlepas saat ditarik. Padahal jelas diketahui kunci roda sempat dibawa anak namun dilarang dan tidak pernah diayunkan ke petugas.

 

Fakta mengungkapkan keanehan lain: dalam pesan singkat yang dikirimkan oknum tersebut kepada Asep NS, ia justru mengakui kesalahannya sendiri secara tertulis:

 

Poin kesalahan petugas:

 

1. Kata-kata kasar

2. Bersikap arogan

 

Sementara itu, laporan kejadian yang dikirimkan oknum ke atasannya memutarbalikkan fakta, menyebutkan Yaya menarik petugas hingga jatuh dan anaknya hendak memukul dengan besi panjang, padahal bukti rekaman dan keterangan saksi warga membantah keras versi tersebut.

 

Asep NS: Ini Pelanggaran Etik Berat, Tidak Ada Nilai Kemanusiaan

 

Menanggapi bukti-bukti yang lengkap mulai dari foto luka, bukti pembayaran rumah sakit, rekaman percakapan, hingga laporan versi petugas, Asep NS menilai sikap oknum Dishub Langsa sangat memalukan.

 

"Ini jelas ketidakprofesionalan yang nyata. Oknum itu sendiri mengaku bersalah pakai kata 'kasar dan arogan' lewat pesan WA. Itu sudah bukti keras pelanggaran kode etik. Yang lebih menyakitkan: korban berdarah, bayar pengobatan sendiri, malah ditekan supaya tidak lapor. Di mana rasa kemanusiaannya? Di mana perlindungan negara bagi pengguna jalan?" tegas Asep NS.

 

Ia menambahkan, pemutarbalikan fakta dalam laporan ke atasan juga bentuk pelanggaran disiplin. GMOCT menilai peristiwa ini adalah bukti nyata masih adanya perlakuan sewenang-wenang yang mencederai semangat pelayanan publik. Yaya kini melanjutkan perjalanan pulang dengan bekas jahitan di kepala dan cerita pahit bertemu petugas yang seharusnya mengayomi, namun malah menjadi ancaman.

 

#noviralnojustice #Langsa #Dishub #DishubLangsa

 

Team/Red (GMOCT)


GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama


Editor:

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Setelah Berita Menggema di Puluhan Media: Propam Polresta Magelang Tegas, Akan Jalani Sidang Etik Kapolsek & Kanit Grabag Secara "Tegak Lurus"

KataTribun.ID- Minggu, Mei 31, 2026 0
Setelah Berita Menggema di Puluhan Media: Propam Polresta Magelang Tegas, Akan Jalani Sidang Etik Kapolsek & Kanit Grabag Secara "Tegak Lurus"
MAGELANG (GMOCT) – Pemberitaan yang dimuat di puluhan media online dan cetak ternama yang tergabung dalam wadah Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOC…

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Berita Terpopuler

Anggota DPRD Kota Serang Fraksi PPP dan Tokoh Masyarakat link Sukalila Salurkan Hewan Kurban di Idul Adha 1447 H*

Anggota DPRD Kota Serang Fraksi PPP dan Tokoh Masyarakat link Sukalila Salurkan Hewan Kurban di Idul Adha 1447 H*

Rabu, Mei 27, 2026
Istiqomah Berbagi di Idul Adha, Pemilik Cucian Mobil Motor  VEDATICUSTOM Kurbankan Sapi untuk Warga Kalodran Dan sekitar

Istiqomah Berbagi di Idul Adha, Pemilik Cucian Mobil Motor VEDATICUSTOM Kurbankan Sapi untuk Warga Kalodran Dan sekitar

Kamis, Mei 28, 2026
Audensi Bersama Kapolres Magelang Kota Memanas, Kasatreskrim Magelang Kota Akui Terkait RJ, Pihak Korban Bantah Terima Berkas dan Merasa Diperas, Marlundu Lumban Raja S.H., Cobalah Hati Nurani yang Bicara Wahai Pejabat Kepolisian

Audensi Bersama Kapolres Magelang Kota Memanas, Kasatreskrim Magelang Kota Akui Terkait RJ, Pihak Korban Bantah Terima Berkas dan Merasa Diperas, Marlundu Lumban Raja S.H., Cobalah Hati Nurani yang Bicara Wahai Pejabat Kepolisian

Rabu, Mei 27, 2026
Kronologi Kelam: Bima Bukan Pelaku, Tapi Korban Pemerasan Terstruktur Oknum Polisi & Rekayasa Perkara

Kronologi Kelam: Bima Bukan Pelaku, Tapi Korban Pemerasan Terstruktur Oknum Polisi & Rekayasa Perkara

Rabu, Mei 27, 2026
Anggota Komite SMPN 1 Jatisari Diduga Rendahkan Wartawan Senior Almarhum, Sikap Kepala Sekolah Menuai Kritik

Anggota Komite SMPN 1 Jatisari Diduga Rendahkan Wartawan Senior Almarhum, Sikap Kepala Sekolah Menuai Kritik

Minggu, Mei 24, 2026
Korban Penganiayaan Minta Pihak Kepolisian Segera Menangkap Oknum Preman Ongen GORO

Korban Penganiayaan Minta Pihak Kepolisian Segera Menangkap Oknum Preman Ongen GORO

Rabu, Februari 19, 2025
Marlundu Lumban Raja S.H. selaku Pengacara Korban,  Minta Proses Hukum oleh Propam Terhadap Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Grabag dilakukan Transparan.

Marlundu Lumban Raja S.H. selaku Pengacara Korban, Minta Proses Hukum oleh Propam Terhadap Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Grabag dilakukan Transparan.

Rabu, Mei 27, 2026
Di Balik Kesuksesan Mediasi Satlantas Polres Semarang: Dituding Minta Uang hingga Rokok, Pihak Truk Akui Tuduhan Hanya Gosip Tanpa Permintaan Maaf

Di Balik Kesuksesan Mediasi Satlantas Polres Semarang: Dituding Minta Uang hingga Rokok, Pihak Truk Akui Tuduhan Hanya Gosip Tanpa Permintaan Maaf

Selasa, Mei 26, 2026
Kabiro SBI DKI Jakarta Surya Ambarullah Laksanakan Qurban 1 Ekor Sapi dan 4 Ekor Kambing di Rawabadak Utara

Kabiro SBI DKI Jakarta Surya Ambarullah Laksanakan Qurban 1 Ekor Sapi dan 4 Ekor Kambing di Rawabadak Utara

Rabu, Mei 27, 2026

Berita Terpopuler

Anggota DPRD Kota Serang Fraksi PPP dan Tokoh Masyarakat link Sukalila Salurkan Hewan Kurban di Idul Adha 1447 H*

Anggota DPRD Kota Serang Fraksi PPP dan Tokoh Masyarakat link Sukalila Salurkan Hewan Kurban di Idul Adha 1447 H*

Rabu, Mei 27, 2026
Istiqomah Berbagi di Idul Adha, Pemilik Cucian Mobil Motor  VEDATICUSTOM Kurbankan Sapi untuk Warga Kalodran Dan sekitar

Istiqomah Berbagi di Idul Adha, Pemilik Cucian Mobil Motor VEDATICUSTOM Kurbankan Sapi untuk Warga Kalodran Dan sekitar

Kamis, Mei 28, 2026
Audensi Bersama Kapolres Magelang Kota Memanas, Kasatreskrim Magelang Kota Akui Terkait RJ, Pihak Korban Bantah Terima Berkas dan Merasa Diperas, Marlundu Lumban Raja S.H., Cobalah Hati Nurani yang Bicara Wahai Pejabat Kepolisian

Audensi Bersama Kapolres Magelang Kota Memanas, Kasatreskrim Magelang Kota Akui Terkait RJ, Pihak Korban Bantah Terima Berkas dan Merasa Diperas, Marlundu Lumban Raja S.H., Cobalah Hati Nurani yang Bicara Wahai Pejabat Kepolisian

Rabu, Mei 27, 2026
Kronologi Kelam: Bima Bukan Pelaku, Tapi Korban Pemerasan Terstruktur Oknum Polisi & Rekayasa Perkara

Kronologi Kelam: Bima Bukan Pelaku, Tapi Korban Pemerasan Terstruktur Oknum Polisi & Rekayasa Perkara

Rabu, Mei 27, 2026
Anggota Komite SMPN 1 Jatisari Diduga Rendahkan Wartawan Senior Almarhum, Sikap Kepala Sekolah Menuai Kritik

Anggota Komite SMPN 1 Jatisari Diduga Rendahkan Wartawan Senior Almarhum, Sikap Kepala Sekolah Menuai Kritik

Minggu, Mei 24, 2026
Korban Penganiayaan Minta Pihak Kepolisian Segera Menangkap Oknum Preman Ongen GORO

Korban Penganiayaan Minta Pihak Kepolisian Segera Menangkap Oknum Preman Ongen GORO

Rabu, Februari 19, 2025
Marlundu Lumban Raja S.H. selaku Pengacara Korban,  Minta Proses Hukum oleh Propam Terhadap Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Grabag dilakukan Transparan.

Marlundu Lumban Raja S.H. selaku Pengacara Korban, Minta Proses Hukum oleh Propam Terhadap Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Grabag dilakukan Transparan.

Rabu, Mei 27, 2026
Di Balik Kesuksesan Mediasi Satlantas Polres Semarang: Dituding Minta Uang hingga Rokok, Pihak Truk Akui Tuduhan Hanya Gosip Tanpa Permintaan Maaf

Di Balik Kesuksesan Mediasi Satlantas Polres Semarang: Dituding Minta Uang hingga Rokok, Pihak Truk Akui Tuduhan Hanya Gosip Tanpa Permintaan Maaf

Selasa, Mei 26, 2026
Kabiro SBI DKI Jakarta Surya Ambarullah Laksanakan Qurban 1 Ekor Sapi dan 4 Ekor Kambing di Rawabadak Utara

Kabiro SBI DKI Jakarta Surya Ambarullah Laksanakan Qurban 1 Ekor Sapi dan 4 Ekor Kambing di Rawabadak Utara

Rabu, Mei 27, 2026
KataTribun.ID

About Us

katatribun.id merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: katatribun58@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2024 | KataTribun.ID
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber