Festival Muharam 1448 H Semarakkan Sayar, KKM 34 dan Bani Amin Perkuat Syiar Islam dan Kepedulian Sosial.
KataTribun.Id-KOTA SERANG, Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah begitu terasa di Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan. Selama tiga malam satu hari, sejak 10 hingga 12 Juli 2026, KKM 34 Sayar berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Pondok Pesantren Qoriyatul Ibtida Bani Amin menggelar Festival Muharam 1448 H, sebuah agenda tahunan yang memadukan syiar Islam, pembinaan generasi muda, dan aksi kepedulian sosial.
Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Qoriyatul Ibtida Bani Amin tersebut diikuti oleh masyarakat, santri, tokoh agama, serta peserta dari berbagai madrasah se-Kelurahan Sayar. Festival ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menghidupkan nilai-nilai hijrah melalui berbagai kegiatan yang sarat makna.
Ketua KKM 34 Sayar, Ofik Hidayat, menegaskan bahwa Festival Muharam telah menjadi tradisi yang terus dijaga setiap tahunnya sebagai bagian dari upaya membangun karakter religius masyarakat.
"Festival Muharam ini bukan hanya agenda seremonial menyambut pergantian tahun Hijriah, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, memperkuat ukhuwah, serta membangun kepedulian sosial. Alhamdulillah, tahun ini kegiatan kembali terlaksana melalui kolaborasi KKM 34 Sayar dengan Ikatan Alumni Pondok Pesantren Qoriyatul Ibtida Bani Amin. Kami berharap kegiatan ini terus menjadi ruang syiar Islam sekaligus pembinaan generasi muda," ujar Ofik Hidayat.
Rangkaian Festival Muharam diawali pada Jumat malam (10 Juli 2026) dengan Khataman Al-Qur'an yang dilanjutkan Istighasah. Suasana khidmat menyelimuti pembukaan kegiatan ketika para santri, alumni, tokoh agama, dan masyarakat bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, keberkahan daerah, serta kemajuan umat Islam.
Memasuki Sabtu malam (11 Juli 2026), ratusan warga mengikuti Pawai Obor yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan. Cahaya obor yang menerangi jalan-jalan Kelurahan Sayar menjadi simbol semangat hijrah, persatuan, dan harapan baru dalam menyongsong tahun baru Islam.
Menurut Ofik, pawai obor bukan sekadar tradisi, melainkan simbol bahwa umat Islam harus senantiasa menjadi penerang bagi lingkungan sekitarnya.
"Api obor melambangkan cahaya yang menerangi kehidupan. Melalui pawai obor, kami ingin mengajak masyarakat menyambut Tahun Baru Islam dengan penuh kegembiraan, mempererat kebersamaan, serta meneguhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik."
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu (12 Juli 2026) melalui Festival Lomba Islami antar madrasah se-Kelurahan Sayar. Tiga cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Tahfidz Al-Qur'an, Pidato Islami, dan Adzan. Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap syiar Islam sejak usia dini.
Puncak Festival Muharam digelar pada Minggu malam, diawali dengan Santunan bagi Anak Yatim Piatu dan Dhuafa sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa semangat hijrah juga harus diwujudkan melalui kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan oleh Ustaz Bongsang Asy'ary dari Ciomas selaku qari, sebelum memasuki tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Aang KH. Romli Ibnu Arkin Al-Fasaane. Dalam ceramahnya, beliau mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki akhlak, memperkuat keimanan, serta memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Festival Muharam 1448 H menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, alumni pesantren, tokoh agama, dan masyarakat mampu melahirkan kegiatan yang tidak hanya semarak, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi umat. Melalui semangat kebersamaan tersebut, KKM 34 Sayar berharap Festival Muharam terus menjadi tradisi yang menginspirasi lahirnya generasi Qurani, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
"Hijrah bukan hanya berpindah waktu, tetapi berpindah menuju pribadi yang lebih baik, masyarakat yang lebih peduli, dan umat yang semakin kuat dalam persatuan serta keimanan," tutup Ofik Hidayat.
RED
Posting Komentar