Diduga Ketua Poktan Harapan Mulya Mengakui Domba Orang, Untuk Mengelabui Wartawan Tentang Program Ternak Domba Yang Diduga Fiktif.
Serang-Katatribun.id-// kelompok tani (Poktan) Harapan Mulya yang berlokasi di desa KebonCau, Kecamatan Pamarayan, kabupaten serang, Provinsi Banten, diduga memberikan keterangan yang tidak masuk logika terhadap awak media.
Pasalnya,"saat di mintai keterangan terkait program bantuan domba dari dinas pertanian provinsi banten, ketua poktan inisial AP memberikan keterangan dan data kematian domba yang tidak sesuai antara tahun kematian dan tahun pendapatan.
Berdasarkan hasil investigasi, bantuan delapan ekor domba itu tersisa tiga ekor, dan hal tersebut di benarkan oleh penerima titipan domba yang berinisial MK, dirinya hanya menerima domba titipan dari AP selaku ketua poktan harapan mulya, dengan jumlah tiga ekor, yang mana jenis domba-domba itu adalah, betina dua dan pejantannya satu, setelah dua tahun ada di MK, dari dua indukan masing-masing telah beranak 1, dimana yang satu telah di ambil oleh AP/Poktan, dan anakan yang satunya lagi itu bagian saya yang tetap ada di kandang, terang MK.
Namun satu di antara domba betina itu ada yang sakit, lalu di ambil oleh anak buahnya AP mungkin khawatir keburu mati karna sakitnya parah, domba tersebut di sembelih oleh anakbuahnya lalu di bawa, kini domba titipan tersebut tinggal ada dua lagi, indukannya satu, pejantan satu, kalau jumlah domba keseluruhan di kandang mah ada tujuh pak, itu yang lima ekor punya saya sebelum dapat titipan juga yang pasti sudah ada, terang MK, senin 29/12/2025.
Saat awak media melihat Jumlah domba di kandang seluruhnya memang ada tujuh ekor sesuai dengan yang dikatakan MK yaitu miliknya lima dan domba titipan poktan harapan mulya dua ekor.
Terpisah saat di mintai keterangan ketua poktan harapan mulya AP mengatakan yang berbeda, bahwa domba yang di titipkan ke MK berjumlah empat ekor sisa kematian dari jumlah keseluruhan bantuan sebanyak delapan ekor.
Menurut penjelasan AP, bantuan domba di dapat pada tahun 2023/2024, di pelihara olehnya selama satu tahun, saat dalam pemeliharaannya domba ada yang mati sebanyak empat ekor, hingga tersisa empat ekor lagi yang masih hidup, lalu di titipkan ke MK pada tahun 2025, namun dalam keterangannya AP mengatakan bahwa domba yang di titipkannya itu menjadi tiga ekor lagi, induknya dua pejantan satu, di tambah dengan anaknya tiga ekor, jadi jumlah milik poktan semuanaya ada enam ekor, terang AP, selasa 30/12/2025.
Keterangan antara kedua belah pihak sangat berbeda, dimana hal tersebut menimbulkan dugaan kuat AP mengakui domba milik MK untuk menutupi domba-domba milik poktan yang diduga di salahgunakan olehnya sehingga AP memberikan keterangan dan data yang diduga kuat palsu kepada wartawan, dan dugaan penyimpangan dalam tata kelola bantuan domba tersebut, patut di evaluasi oleh pihak berwenang.
Selain keterangan secara langsung maupun melalui via whatsap, AP memberikan bukti poto domba yang mati, namun saat di amati gambar maupun warna domba waktu penerimaan dengan warna domba yang mati itu berbeda, bahkan empat ekor jumlah kematian yang di sebutkannya, dengan poto yang di berikan kepada awak media yang berjumlah lima ekor jelas ada perbedaan, dan lebih anehnya lagi, tahun kematian lebih awal dari tahun pendapatan bantuan domba itu.
Di poto yang di berikan kepada awak media, ada lima ekor domba yang mati, dua di antaranya, mati pada tahun 2024 dan tahun 2025, namun untuk yang tiga ekor lagi mati pada tahun 2022 padahal bantuan delapan domba itu di dapat dan di terima pada tahun 2023/2024, bagaimana bisa kematian lebih awal dari tahun pendapatan, diduga ketua poktan harapan mulya telah menyalahgunakan bantuan itu dan merekayasa keterangan terhadap awak media.
Domba yang seharusnya di piara dengan baik bersama anggota diduga malah di kuasai sendiri dan di titipkan kepada selain anggota, dengan alasan anggota tidak ada yang mau ngurus, dan domba yang menurutnya pada mati itu patut di pertanyakan pihak terkait agar lebih transparan dan dapat di buktikan kemana sebenarnya sebagian domba-domba itu.
Bahkan selain dapat bantuan delapan ekor domba, poktan harapan mulya yang di ketuai oleh AP, sebelumnya juga pernah mendapat bantuan domba sebanyak 25 ekor namun diduga semua fiktif tidak satupun ada di kandangnya.
Selang beberapa hari, 07/01/2026 AP mengakui dan minta ma,af kepada wartawan kalau ada salah dalam mengelola program tersebut, dan untuk pertanggungjawaban terhadap para anggota atau kelompoknya AP belum bisa menjelaskan.
Reporter:Samu Korlip.

Posting Komentar