Diduga Ketua Poktan Harapan Mulya Berikan Keterangan Palsu Kepada Wartawan Terkait Bantuan Domba Tahun 2023.
Serang..Katatribun.id // 07-01-2026
kelompok tani (Poktan) Harapan Mulya yang berlokasi di desa KebonCau, Kecamatan Pamarayan, kabupaten serang, Provinsi Banten, diduga memberikan keterangan palsu terhadap awak media.
Pasalnya,"saat di mintai keterangan terkait program bantuan domba dari dinas pertanian provinsi banten, ketua poktan AP memberikan keterangan yang berbeda-beda dan terkesan ngarang.
Berdasarkan hasil investigasi, seorang pemelihara domba inisial MK menjelaskan, dirinya menerima domba titipan dari AP selaku ketua poktan harapan mulya, berjumlah tiga ekor, domba betina dua dan pejantan satu, setelah dua tahun di peliharanya domba ini beranak dua dari dua indukan, satu bagian AP/poktan yang sudah di ambilnya, dan yang satu lagi bagian saya ada di kandang.
Namun satu di antara domba betina itu ada yang sakit, lalu di ambil oleh anak buahnya AP mungkin khawatir keburu mati karna sakitnya parah, domba tersebut di sembelih oleh anakbuahnya lalu di bawa, kini domba titipan tersebut tinggal ada dua lagi, indukannya satu pejantan satu, kalau jumlah domba keseluruhan di kandang mah ada tujuh, itu termasuk yang punya saya lima ekor sebelum dapat titipan juga itumah sudah ada, terang MK, senin 29/12/2025.
Saat awak media melihat Jumlah domba di kandang seluruhnya memang ada tujuh ekor seuai yang dikatakan MK yaitu miliknya lima dan domba titipan poktan dua.
Terpisah saat di mintai keterangan ketua poktan harapan mulya AP mengatakan, bahwa domba yang di titipkan ke MK berjumlah empat ekor sisa kematian dari jumlah keseluruhan bantuan sebanyak delapan ekor.
Menurut penjelasan AP, bantuan domba di dapat pada tahun 2023/2024, di pelihara olehnya selama satu tahun, saat dalam pemeliharaannya domba ada yang mati sebanyak empat ekor, hingga tersisa empat ekor lagi yang masih hidup, lalu di titipkan ke MK pada tahun 2025, namun dalam keterangannya AP mengatakan bahwa domba yang di titipkannya itu menjadi tiga ekor lagi, induknya dua pejantan satu, di tambah dengan anaknya tiga ekor, jadi jumlah milik poktan semuanaya ada enam ekor, terang AP, selasa 30/12/2025.
Keterangan antara keduabelah pihak sangat berbeda, dimana hal tersebut menimbulkan dugaan kuat adanya pemalsuan keterangan dari AP terhadap wartawan dan dugaan penyimpangan dalam tatakelola bantuan domba tersebut, yang patut di evaluasi oleh pihak berwenang dalam hal itu.
Selain keterangan secara langsung maupun melalui via whatsap, AP memberikan bukti poto domba yang mati, namun saat di amati gambar maupun warna domba waktu penerimaan dengan warna domba yang mati itu berbeda, bahkan empat ekor jumlah kematian yang di sebutkan dengan poto yang di tunjukan dan di berikan kepada awak media berjumlah lima ekor jelas ada perbedaan dan lebih anehnya lagi, tahun kematian lebih awal dari tahun pendapatan bantuan domba itu.
Di poto yang di berikan kepada awak media, ada lima ekor domba yang mati, dua di antaranya, mati pada tahun 2024 dan tahun 2025, namun untuk yang tiga ekor lagi mati pada tahun 2022 padahal bantuan delapan domba itu di dapat dan di terima pada tahun 2023/2024, bagaimana bisa kematian lebih awal dari tahun pendapatan, diduga ketua poktan harapan mulya telah menyalahgunakan bantuan itu dan merekayasa keterangan terhadap awak media.
Domba yang seharusnya di piara dengan baik bersama anggota diduga malah di kuasai sendiri dan di titipkan kepada bukan anggota dengan alasan anggota tidak ada yang mau ngurus, dan domba yang menurutnya mati patut di pertanyakan pihak terkait agar lebih jelas kemana sebenarnya sebagian domba-domba itu.
Reporter:NURSEHA

Posting Komentar